Teater Sebagai Media Pengembangan Penghayatan Nilai Estetika
Hai teman-teman. Kalian tahu nggak apa itu
teater ? Taeter adalah segala tontonan yang di pertunjukan di depan
banyak orang, yang menceritakan drama, kisah hidup yang dilakukan dengan
media percakapan, gerak dan laku. Singkatnya teater adalah salah satu
seni yang menakjubkan dan menyimpan sejuta keunikan. Apalagi teater
Putih Biru milik SMP Negeri 1 Bojonegoro. Yang di bimbing oleh Mas
Mukarom, atau sering di panggil Mas Muka. Yang selalu memotivasi
anggotanya untuk terus belajar dan belajar, karena Teater tidak akan
pernah habis untuk di pelajari.
Teater memiliki banyak teknik, salah satunya stanislavski.
Dinamakan Stanislavski karena penemu teknik ini bernama Stainslavski
(Bukan nama sebenarnya , melainkan nama setelah ia di naskah) teknik ini
berarti sifat asli seseorang dan mengganti sifat itu dengan peran di
naskah. Guru Teater SMP Negeri 1 Bojonegoro pernah mengalaminya, saat
beliau berperan menjadi Gandul (Orang idiot dan ingusan) dan baru bisa
kembali ke sifat aslinya setelah 2 tahun. Teknik ini berat untuk
dilakukan oleh orang-orang awam, tapi bagi para pemain teater, stanislavski adalah teknik yang harus diketahui.
Masih banyak lagi teknik teknik yang aneh
dan mengagumkan. Mau tau lebih banyak tentang teater ? Extrakulikuler
teater masih terbuka luas bagi yang berminat.
Semoga para pembaca tidak terhibur dengan
artikel teater ini. Karena teater bukan penghibur, dan semoga para
pembaca juga tidak puas karena teater bukan alat pemuas. (Kwanelline,
Fefe)
Telah
disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk
menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat
berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang
dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan,
pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan
teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam
setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak
diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai
estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater
adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi,
kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus
melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan
pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat
meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam
menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g
a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e
s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g
da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan
ketuhanan.
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Telah
disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk
menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat
berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang
dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan,
pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan
teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam
setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak
diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai
estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater
adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi,
kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus
melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan
pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat
meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam
menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g
a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e
s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g
da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan
ketuhanan.
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Telah
disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk
menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat
berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang
dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan,
pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan
teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam
setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak
diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai
estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater
adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi,
kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus
melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan
pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat
meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam
menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g
a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e
s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g
da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan
ketuhanan.
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Telah
disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk
menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat
berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang
dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan,
pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan
teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam
setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak
diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai
estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater
adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi,
kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus
melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan
pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat
meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam
menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g
a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e
s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g
da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan
ketuhanan.
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Telah
disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk
menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat
berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang
dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan,
pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan
teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam
setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak
diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai
estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater
adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi,
kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus
melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan
pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat
meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam
menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g
a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e
s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g
da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan
ketuhanan.
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Telah
disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk
menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat
berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang
dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan,
pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan
teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam
setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak
diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai
estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater
adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi,
kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus
melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan
pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat
meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam
menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g
a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e
s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g
da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan
ketuhanan.
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Telah
disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk
menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat
berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang
dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan,
pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan
teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam
setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak
diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai
estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater
adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi,
kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus
melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan
pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat
meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam
menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g
a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e
s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g
da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan
ketuhanan.
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Telah
disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk
menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat
berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang
dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan,
pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan
teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam
setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak
diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai
estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater
adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi,
kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus
melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan
pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat
meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam
menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g
a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e
s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g
da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan
ketuhanan.
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Telah
disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk
menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat
berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang
dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan,
pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan
teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam
setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak
diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai
estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater
adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi,
kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus
melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan
pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat
meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam
menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g
a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e
s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g
da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan
ketuhanan.
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt