Selasa, 20 November 2012

pengembangan diri teater

Teater Sebagai Media Pengembangan Penghayatan Nilai Estetika

 

Hai teman-teman. Kalian tahu nggak apa itu teater ? Taeter adalah segala tontonan yang di pertunjukan di depan banyak orang, yang menceritakan drama, kisah hidup yang dilakukan dengan media percakapan, gerak dan laku. Singkatnya teater adalah salah satu seni yang menakjubkan dan menyimpan sejuta keunikan. Apalagi teater Putih Biru milik SMP Negeri 1 Bojonegoro. Yang di bimbing oleh Mas Mukarom, atau sering di panggil Mas Muka. Yang selalu memotivasi anggotanya untuk terus belajar dan belajar, karena Teater tidak akan pernah habis untuk di pelajari.
Teater memiliki banyak teknik, salah satunya stanislavski.  Dinamakan Stanislavski karena penemu teknik ini bernama Stainslavski (Bukan nama sebenarnya , melainkan nama setelah ia di naskah) teknik ini berarti sifat asli seseorang dan mengganti sifat itu dengan peran di naskah. Guru Teater SMP Negeri 1 Bojonegoro pernah mengalaminya, saat beliau berperan menjadi Gandul (Orang idiot dan ingusan) dan baru bisa kembali ke sifat aslinya setelah 2 tahun. Teknik ini berat untuk dilakukan oleh orang-orang awam, tapi bagi para pemain teater, stanislavski adalah teknik yang harus diketahui.
Masih banyak lagi teknik teknik yang aneh dan mengagumkan. Mau tau lebih banyak tentang teater ? Extrakulikuler teater masih terbuka luas bagi yang berminat.
Semoga para pembaca tidak terhibur dengan artikel teater ini. Karena teater bukan penghibur, dan semoga para pembaca juga tidak puas karena teater bukan alat pemuas. (Kwanelline, Fefe)

 

Telah disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan, pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi, kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan ketuhanan.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt

Telah disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan, pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi, kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan ketuhanan.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt

Telah disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan, pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi, kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan ketuhanan.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt

Telah disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan, pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi, kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan ketuhanan.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt

Telah disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan, pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi, kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan ketuhanan.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt

Telah disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan, pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi, kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan ketuhanan.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt

Telah disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan, pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi, kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan ketuhanan.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt

 

Telah disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan, pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi, kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan ketuhanan.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt
Telah disebutkan pada pembahasan yang terdahulu bahwakemampuan untuk menikmati suatu benda, keindahan alam maupunkeindahan seni sangat berbeda antara perorangan. Kemampuan iniberkaitan dengan bakat yang dimiliki setiap orang dari keturunannya,dengan kebudayaan, pendidikan, pengalaman dan lingkungan hidupnya.Dengan kata lain bahwa kegiatan teater ikut andil dalam penghayatan nilaiestetika yang terjadi dalam setiap orang yang secara aktif berteater.Terlebih kegiatan teater banyak diperuntukkan untuk mengasah ketajaman dalam penghayatan nilai estetika, adapun contoh-contoh yang dapat kitaambil dari kegiatan teater adalah: latihan vocal, olah rasa, olah raga,imajinasi, konsentrasi, kajian budaya, kajian sastra dan lain sebagainya.Dengan terus-menerus melatih kepekaan semua elemen dalamtubuh serta diimbangi dengan pengetahuan dan pengalaman yang luas,diharapkan seseorang dapat meningkatkan penghayatan nilai estetika,dengan demikian seseorang dalam menghayati nilai estetika sebuah karyaseni secara tidak langsung, d e n g a n b o b o t y a n g b a ik , y a n g d i b a w a k a n k e s e n i a n , d a p a t m e m p e r k ok o h s e s e o r a n g da l a m keyakinan akankesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan ketuhanan.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205894-teater-sebagai-media-pengembangan-penghayatan/#ixzz2Cm2y2FIt